Hujan Besar, Angin dan Petir

Pada hari minggu, tanggal 4 november 2012 jam 16.00. Dirumahku tiba-tiba hujan besar.

Tak lupa berdoa :

 Nabi biasa membaca doa di bawah ini :

اَللَّهُمَّصَيِّبًانَافِعًا

Allahumma shoyyiban naafi’an

“Ya Allah, jadikanlah hujan ini hujan yang membawa manfaat.” (H.R. Al-BukhaRy)

Tak lama petirpun berbunyi langsung kuberdoa :

سُبْحَانَالَّذِيْيُسَبِّحُالرَّعْدُبِحَمِدِهِوَالْمَلاَئِكَةُمِنْخِيْفَتِهِ

subhanalladzii yusabbihur ra’du bihamidihi wal malaaikatu min khiifatihi

“Maha Suci Allah yang mana guRuh ini mentasbihkan-Nya beseRta memuji-Nya dan juga paRa malaikat mentasbihkan-Nya kaRena takut kepada-Nya.” (H.R. Malik)

Tetapi kok hujan semakin besar dan petir semakin bersahut-sahutan. Tak lupa berulang kali membaca doa petir berbunyi. Tapi suatu saat ada petir yang bunyinya dasyat sekali sangking kagetnya. Takbir berkali-kali dan berdoa : Ya Allah jangan jadikan hujan sebagi musibah kemarahanMU. Sangking takutnya. Anakku masih disekolahan, ada lomba bakset tapi disekolah cuma gerimis.

Kondisi cuaca hujan yang disertai petir yang dasyat menurutku. Dan diakui oleh tetangga depan rumahku. Alhamdulillaah listrik tidak padam.

Terus dapat kabar dari tetangga bahwa pohon bacang tumbang. Alhamdulillah tidak menimpa rumah tetangga tapi tumbangnya kesamping merubuhkan pohon bambu. Ku sms adik , apakah didaerahnya hujan. Hujan tapi tidak ada petir.

Bibir ini cemas dan berdoa. Anakku belum pulang. Dan berdoa agar anakku selamat dalam perjalanan pulang dan hujan berhenti.

Hasil TKP dari Pohon yang tumbang berhasil ku foto.

Dibelakang Rumah Tetangga

 

Ada pohon lagi yang patah separuh tapi berhubung memfotonya susah. Jadi tidak kuabadikan.

Adab Ketika TuRun Hujan dan MendengaR PetiR/Geledek/HalilintaR:

  1. BeR-tasyakkuR, yaitu mensyukuri atas segala nikmat Allah beRupa hujan, kaRena dengan hujan itu bumi yang mati menjadi hidup, tanaman menjadi tumbuh dan beRkembang, buah-buahan yang beRaneka waRna dan Rasa beRbuah di mana-mana sehingga dapat dinikmati Oleh manusia dan binatang.
  2. BeR-tadabbuR, yaitu mengenali, menganalisa, menghayati, lalu membesaRkan kekuasaan Allah pada kejadian hujan, petiR dan geledek
  3. BeR-tafakkuR, yaitu memikiRkan tentang segala kejadian yang teRjadi kepada manusia, baik yang membawa kemanfaatan maupun yang menjadikannya bencana. Semua kejadian dalam alam ini meRupakan bukti tanda-tanda kebesaRan dan kemahakuasaan Allah.
  4. BeR-taatstsuR, yaitu teRkesan dengan pelajaRan daRi Allah melalui ayat-ayat kauniyah sehingga semakinmempeRtebal keyakinan hati teRhadap keMahaEsaan dan keMahaKuasaan Allah.
  5. BeR-ta’awwudz, yaitu beRlindung diRi kepada Allah daRi segala segala hal yang akan membawa bencana dan kemadhaRatan bagi umat manusia. Dengan selalu beRlindung kepada Allah dengan membaca dOa-dOa yang telah diajaRkan Oleh Rasulullah SAW semOga segala kejadian yang semula akan beRakibat buRuk menjadi manfaat dan maslahat bagi manusia
  6. BeR-taqaRRub, yaitu upaya untuk selalu mendekatkan diRi kepada Allah sehingga Allah ta’ala benaR-benaR meRidhai kehidupan kita di dunia dan di akhiRat
  7. BeR-taubatan Nasuuha, yaitu memOhOn ampun atas segala kekhilafan, kesalahan, dOsa-dOsa dan maksiyat kepada Allah, yang disengaja atau tidak disengaja, yang diketahui atau tidak diketahui dan beRjanji untuk tidak mengulanginya lagi.
  8. Keajaiban Allah dalam Hujan: Hujan memang salah satu faktOR yang paling penting bagi keabadian hidup di bumi. Ini meRupakan pRasyaRat untuk tetap beRjalannya kehidupan di bumi. Hujan, sangat penting untuk semua hal hidup, teRmasuk manusia, adalah yang disebutkan dalam beRbagai ayat-ayat Al QuR’an.
  9. Pembentukan hujan teRjadi dalam tiga tahap. PeRtama, “bahan baku” hujan meningkat ke udaRa. Kedua, awan dibentuk.Ketiga, tetes hujan muncul. Tahapan ini di teRangkan dengan jelas dalam AlquRan dimana tepat dibeRikan infORmasi tentang pembentukan hujan.Allah-lah yang mengiRimkan angin,lalu angin itu menggeRakan awan dan Allah membentangkannya di langit menuRut yang Dia kehendaki,dan menjadikannya beRgumpal – gumpal,lalu engkau lihat hujan keluaR daRi celah – celahnya,maka apabila Dia menuRunkannya kepada hamba – hamba- Nya yang DIa kehendaki tiba – tiba meReka beRgembiRa.( SuRat AR Rum : 48).Setiap tahap dalam pembentukan hujan adalah teRdapat dalam ayat-ayat Al QuR’an. Selain itu, tahapan ini dijelaskan dalam uRutan yang tepat. SepeRti banyak fenOmena alam lain di dunia, di jalaskan secaRa gamblang di dalam AlquRan yang menyediakan penjelasan yang paling benaR.
  10. Dan daRi langit kami tuRunkan aiR yang membeRi beRkah, lalu Kami tumbuhkan dengan (aiR) itu pepOhOnan yang Rindang dan biji – bijian yang dapat di panen (SuRat Qaf, 9). GaRam dapuR yang jatuh dengan hujan meRupakan cOntOh kecil unsuR-unsuR teRtentu (kalsium, magnesium, kalium, dll) digunakan untuk meningkatkan kesubuRan alam. LOgam beRat yang ditemukan dalam jenis aeROsOl ini adalah unsuR-unsuR lain yang meningkatkan kesubuRan dalam peRkembangan dan pROduksi tanaman. Hutan juga mampu menampung aeROsOl laut. Dengan caRa ini (hujan), 150 juta tOn pupuk jatuh pada tOtal peRmukaan tanah setiap tahun. Jika tidak ada pemupukan alam sepeRti ini, akan ada sangat sedikit vegetasi di bumi, dan keseimbangan ekOlOgi akan dilemahkan.

 

http://orido.wordpress.com/2009/11/06/doa-adab-bila-turun-hujan-dan-peti

About these ads

Tentang rositaindrasari

Ibu 2 orang anak : Orchidita Lystia dan Pradita Rhagastra. Lulusan Sarjana Hukum Universitas Krisnadwipayana.
Tulisan ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s