Bersama Kalian Waktu Yang Berharga


Lama mama mengamati, wajah kalian bila tertidur lelap dikamar kalian masing-masing. Dua pasang mata yang terkatup. kadang, mama merindukan masa kecil kalian. Walau repot mengurus kalian. Maaf mama, bila selalu tidak sabar dalam menghadapi kalian. Hmm, mama rindu sekali memeluk dan mengendong kalian. Wajah putriku yang lucu dan dagumu yang runcing. Dan wajah putraku yang keriting dan oleh pembantuku sering digelung. Seperti pemain sumo jepang.
  
Tubuh kalian, waktu kecil gemuk. Mama, senang sekali bila orang memujimu. Alhamdulilaah, kalian sehat. Waktu kalian masuk TK dan SD mulailah tubuh kalian agak kurus dan tinggi. Kalian, sering berantem melulu. Kadang membuatku kesal dan pusing melihat tingkah kalian.

Kalian ceriwis juga, banyak pertanyaan yang harus kujawab. Dan mama harus mencari informasi jawabannya. Kalian semakin bertambah umur dan mama suka memperhatikan kalian. Kalian sering mama lihat berdua akur. Kadang suka berbisik-bisik masalah pribadi yang mama tidak boleh tahu. Ah, mama mau tahu saja urusan anak muda. Wkwkwkwkwkwk. Walau ada rasa penasaran apa sih yang dibicarakan kalian. Tapi kadang kalian curhat tentang teman dan guru disekolah kalian. Mama berusaha sebagai pendengar yang baik untuk kalian. Sebagai mama dan teman curhat kalian.
  
Tahukah, Nak, Mama bahagia kalau kalian sudah sampai di rumah dengan selamat. Mama, cemas bila kalian belum sampai kerumah. Apalagi tidak ada kabar kalian sudah sampai dimana. Di Telpon tidak diangkat dan BBM tidak dibalas. Mama, cemas tahu ……………..
Mama bahagia, kalian bila dirumah. Sebabnya, kalian kadang membuat rumah heboh, kadang berantakan tapi kadang kalian manis dan menurut. 

Bagi mama, kebersamaan kalian tiada duanya. Waktu yang perjalan sepertinya sebentar ternyata besar efeknya. Bagi obat kegalauan hati mama. Dan membuat semangat mama terpacu untuk kalian.

Di sepertiga malam adalah kesempatan mama untuk merenung dan mengeluarkan unek-unek mama kepada Allah Swt. Sudahkan Mama bersyukur untuk semua rahmat, kasih sayang dan hidayah-NYA selama ini. Bila malam sendiri dan kalian sudah terlelap tidur adalah kesempatan Mama untuk merenung dan instrospeksi diri. Maaf, mama kalau mama tidur duluan. Kadang merasa bersalah tidak menemani kalian nonton televisi.

Sudahkah Mama memanfaatkan dan memenuhi waktu dengan hal-hal yang baik sepanjang hari ?
Kalian hartaku yang berharta dan amanah yang harus kuemban. Tidak semua wanita diberikan kepercayaan Allah Swt untuk melahirkan keturunan. Kalian amanah dan tanggungjawabku. Semoga mama bisa mengantarkan kalian menjadi anak yang sholeha dan sholeh serta generasi yang Robbani dan Alqurani.
Ya Allah, sungguh Hamba takut menjadi orang yang merugi.
Ya Allah mohon petunjuk-MU, hamba takut tak mampu menjaga dan mengemban amanah yang telah Engkau titipkan. Walau hamba hanya sendiri mendidik kalian.

Kenapa ? Sebab Mama tak ingin terlambat. Sebentar saja kalian semakin besar. Apa yang telah mama berikan untuk mengisi ruang hati kalian ? Betapa sedikit yang mama sudah lakukan. Betapa besar waktu yang kita miliki dan betapa ruginya mama jika tidak bisa memanfaatkannya dengan baik bersama kalian.  Mama ingin punya lebih banyak waktu bersama kalian. Baik kuantitas dan kualitas.
Kalian mulai menuju Universitas dan SMA. Dan sebentar lagi kalian kerja dan menikah. Semoga kalian mendapatkan pendamping hidup yang terbaik dunia dan akhirat. 

Duhai anakku, kucium kening kalian masing-masing dan menatap wajah bening kalian yang tertidur lelap. Momen yang harus kulewati. Sudahkah maksimalkah mama upayakan akhir-akhir ini. Mama hanya mampu mendoakan kalian. Tapi takdir Allah Swt yang menentukan.  
Semoga kalian tahu mama akan terus berjuang semampu mama. Untuk membahagiakan kalian.

Mama bersyukur setiap detik berharga yang berhasil Mama kumpulkan dan habiskan bersama kalian. Maafkan mama bila kadang kurang bersabar. Tapi didikan Allah Swt yang membuat mama bersabar dan terus bersabar dan berusaha sepenuh hati menyayangi kalian.

Semoga kalian memaafkan segala ketidaksempurnaan Mama ya. Maafkan mata mama yang sering marah bila kalian tidak melaksanakan tugas kalian.  Maafkan mama yang kadang mengucapkan kata-kata yang melukai hati kalian saat menegur. Maafkan mama yang belum mampu membekali, membimbing dan mengisi ruang hati kalian dengan semestinya.

Mama, mencintai kalian dan menyayangi kalian. 

Tentang rositaindrasari

Ibu 2 orang anak : Orchidita Lystia dan Pradita Rhagastra. Lulusan Sarjana Hukum Universitas Krisnadwipayana.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s