Kasus Pencurian Sandal Jepit Ternyata Mendunia



Cukup memprihatinkan dan menarik kasus yang sedang ramai di negaraku ini. Pencurian sandal jepit yang dilakukan anak di usia 15 tahun dan diancam keadaan di negaraku tercinta. Kasus pencurian sandal jepit seharga Rp 30 ribu yang dilakukan pelajar Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 3 Palu, di Jalan Tanjung Santigi, Palu Selatan, Sulawesi Tengah, AAL (15), sudah sampai ke pengadilan.

Terdakwa ALL di tuduh melakukan pencurian sandal jepit di kenakan   pasal 362 KUHP dengan ancaman maksimal tuntutan 5 tahun penjara. Hukum yang berlaku di Indonesia termasuk anak yang dibawah umur. ALL dituduh mencuri sandal jepit  Brigade Satu Simson Jhon Sipayung. Dan menurut ALL beliau dipaksa untuk mengaku melakukan pencurian sandal jepit dengan melakukan pemukulan. Briptu Simson sendiri telah dikenai sanksi oleh atasannya setelah dalam pemeriksaan terbukti melakukan pemukulan terhadap AAL.  Apakah betul Birptu Simson dikenakan saksi oleh atasnnya atau karena publik sudah mengetahui kasus tersebut.

Sangat mengherankan hidup di negara yang kucintai ini dan aku lahir dinegara ini.  Kasus korupsi banyak terjadi dinegara ini. Tetapi penangannya lambat dan kesannya berbelit-belit. Sementara koruptor bisa seenaknya jalan-jalan keluar negeri atau alasan sakit dan berobat ke negara Singapore. Dan koruptorpun ada yang tinggal di Singapore alasan berobat. Dan sangat disayangkan pemerintah Singapore pun melindungi para koruptor karena alasan tidak ada perjanjian ekstradisi antara Indonesia.

Kisah pencurian sandal jepit tersebut ternyata menjadi menarik dan mendunia. Apa arti sebuah sandal jepit. Dalam ajaran agama Islam dan agama lain seorang pencuri harus dihukum dan pencuri sendiri dilarang oleh agama manapun.

Begitu mudahnya kasus sebuah sandal jepit dipersidangkan. Dugaan pencurian sandal jepit warna putih kusam merek “Ando” yang dilakukan bocah umur 15 tahun tersebut tak sebanding dengan ancaman 5 tahun penjara dan belum tentu anak tersebut melakukan.  

Sementara kasus korupsi banyak yang belum tuntas dipersidangkan dinegara ini. Anggota dewan yang terdakwa melalukan korupsi kadang belum dipecat dan masih nyaman duduk dengan manis dan menerima gaji lagi. Serta kasus lain yang banyak belum terungkap tentang pembunuhan, pemerkosaan, perampokan, pencurian mobil dan motor kadang oknum tentara dan polisi terlibat didalamnya. Belum lagi masalah tawuran pelajar, mahasiswa dan tawuran antara warga yang kadang tidak terselesaikan masalahnya.

Kasus sandal jepit ini cukup menarik perhatian warga negara ini. Termasuk saya sendiri cukup memprihatinkan. KPAI (komisi Perlindungan Anak Indonesia) kak seto dan kawan kawan sedang berjuang untuk pembebaskan anak tersebut dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. Dan dukungan masyarakat Indonesia terhadap kasus ini cukup menarik perhatian.

Menurut KPAI, meski AAL tak jadi dibui dan dikembalikan ke pembinaan keluarga, putusan tersebut tetap tak bisa diterima.  Sebab, ada sejumlah keanehan dalam perkara ini. “Pertama, dalam proses persidangan dan pemeriksaan barang bukti dan saksi-saksi, juga hasil investigasi, tidak terbukti AAL bersalah. Ia tak mencuri, tapi memungut sandal di pinggir jalan.

Semoga kasus tersebut menjadi pelajaran bagi orang tua. Saya melihat ALL bukan dari keluarga yang kurang mampu. Menjaga anak bukanlah yang mudah. Begitu juga yang saya rasakan sendiri. Mendoakan anak-anak adalah yang terbaik. Walau takdirnya hanya Allah Swt yang menentukan.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dikatakan turut mengikuti pemberitaan persidangan kasus dugaan pencurian sandal jepit oleh AAL (15), siswa SMK Negeri 3, Kota Palu, Sulawesi Tengah. Presiden juga telah mengetahui adanya gerakan di tingkat akar rumput terkait pengumpulan 1.000 pasang sandal jepit.

Tetapi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sendiri dalam kasus tersebut belum ada pernyataan apapun.

Ternyata Sandal Jepit juga dilakukan penelitian loh oleh peneliti Amerika Serikat.

Tim peneliti dari Auburn University, Alabama, Amerika Serikat mengungkapkan sering menggunakan sandal jepit akan berdampak negatif pada kesehatan kaki. Hal itu diketahui dengan meneliti gerakan kaki 390 orang yang sering menggunakan sandal jepit. Dari rekaman gerakan kaki responden, terlihat perubahan drastis dalam cara berjalannya. Langkahnya menjadi lebih pendek dan terlihat lekukan di bagian pergelangan kaki. Hal itu menunjukkan kalau otot kaki tidak normal dan juga akan berpengaruh pada otot pinggul.

Dengan menggunakan sandal jepit, ibu jari dapat tertekan, yang akan berefek negatif pada jaringan otot kaki. Pembengkakan, nyeri, dan ngilu adalah beberapa efek yang ditimbulkan jika seseorang sering menggunakan sandal jepit. Meskipun sandal jepit nyaman dan membuat kaki mendapatkan cukup udara tetapi sebaiknya Anda jangan terlalu sering menggunakannya.

Padahal memakai sandal jepit merek swallow enak loh. Bukan promosi produk loh. Tapi memang benar yang saya rasakan sendiri. Peneliti Amerika aja belum merasakan enaknya pakai sandal jepit swallow.

Aduh, jadi melantur gara-gara sandal jepit ini. Semoga kasus tersebut bisa diselesaikan baik dan menjadi pelajaran bagi kita semua.
Ya Robbi, berikan pemimpin yang adil dan amanah dinegara ini. Agar rakyat sejahtera dan tidak ada kelaparan dibumi ini. 

Tentang rositaindrasari

Ibu 2 orang anak : Orchidita Lystia dan Pradita Rhagastra. Lulusan Sarjana Hukum Universitas Krisnadwipayana.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s