Jadikanlah Hidup Bermanfaat Bagi Orang lain

Hidup itu bagikan roda berputar kadang diatas dan kadang dibawah. Bagaiman bila hidup ini, roda sedang berputar dibawah. Kadang bingung, kadang pusing, kadang protes, kadang sedih. Itulah kehidupan dunia. Saya teringat syair sebuah lagu, dunia ini panggung sandawira. Itulah memang kenyataan. Siapa orang senang bila diuji susah akan kehidupan. Pasti semua orang tidak ada yang mau diuji tersebut.

Ada kisah yang sangat menarik tentang kerang mutiara dan kerang rebus. Bagiamana rasa sakitnya bermanfaat bagi yang lain ?.
Kerang binatang yang tidak mempunyai tangan dan kaki karena dia jenis hewan molusca.
Tidak seorangpun atau binatang yang rumahnya diganggung dengan kehadiran makhluk lain. Tidaklah seperti kerang mutiara. Untuk mencari makan, dia harus membuka cangkang. Kerang mutiara berusaha agar tidak ada benda asing yang masuk ke dalam cangkang. Namun karena kerang tinggal di dasar lautan, sebutir pasir pasti akan masuk ke dalam cangkang sesaat ketika cangkang tersebut dibuka.
Kehadiran sebutir pasir tersebut ke dalamg cangkang bukan sesuatu yang diharapkan karena menimbulkan rasa sakit bagi tubuh kerang mutiara yang lembut. Mengeluarkan sebutir pasir tidaklah mudah bagi kerang mutiara. Yang tidak mempunyai tangan tersebut. Untuk itu kerang mutiara mempunyai sistem kekebalan tubuh yang unik.

Maka dijadikan dongeng sebelum tidur atau kisah yang menarik tentang kerang mutiara ini.

Didasar lautan samudra yang dalam. Hidup anak kerang dengan ibunya. Suatu ketika kerang belia sudah mulai mencari makan. “Ketika kerang belia mencari makan dibukalah penutup badannya, ketika itu pasir masuk ke dalam tubuh kerang belia itu. Sang kerang menangis, “Ibu sakit …. ibu sakit ….. ada pasir masuk ke dalam tubuhku.” Sang Ibu menjawab, “Sabarlah anakku, jangan kau rasakan sakit itu, bila perlu berikan kebaikan kepada sang pasir yang telah menyakitimu.”
” Anakku, ” kata sang ibu kerang sambil bercucuran air mata, ” Allah Swt tidak memberikan pada kita, bangsa kerang, sebuah tanganpun, sehingga ibu tidak bisa menolongmu.”
“Rasa sakit sekali, yang kamu derita ibu tahu. Tetapi terimalah itu sebuah takdir alam. Kuatkan hatimu. Dan kerahkan semangatmu melawan rasa ngilu dan nyeri yang menggigit. Balutlah pasir itu dengan getah perutmu. Hanya itu yang bisa kau perbuat, kata sang ibu dengan sendu dan lembut.

Kerang belia tersebut menghentikan tangisnya dan mendengarkan nasehat ibunya. Anak kerang tersebut mengeluarkan semacam cairan untuk membungkus pasir yang masuk ke dalam tubuhnya. Hal ini terus menerus di lakukan. Sampai rasa sakit tersebut berkurang bahkan kemudian menghilang. Subhanallah, keajaiban cairan yang membungkus pasir tersebut justru akan berubah menjadi butiran yang sangat cantik. Butiran tersebut membuat seluruh permukaan pasir lalu mengeras dan berbentuk semacam bola kecil yang disebut Mutiara.
Tidahk hanya itu, mutiara yang dihasilkan dari sebutir pasir memiliki nilai keindahan yang sangat tinggi yang membuat kerang mutiara menjadi salah satu hewan laut yang memiliki nilai ekonomis tinggi.

Ketika kerang itu dipanen dan kemudian dijual, maka kerang yang berisi sebutir pasir itu harganya mahal. Sementara kerang yang tidak pernah merasakan sakitnya pasir dalam tubuhnya, ia menjadi kerang rebus yang dijual murah bahkan di obral dipinggir-pinggir jalan.

Inilah kisah cerita yang menarik antara kerang mutiara dan kerang rebus.
Yang bisa kita ambil hikmahnya.
Belajar dari kerang mutiara ketika menghadapi masalah. Menutup rapat-rapat cangkangnya. Agar terus hidup dan berguna untuk orang lain. Temukanlah kesedihanmu menjadi energi posifif dan menanti sesuatu yang indah dan berharga dikemudian hari. Kekecewaan dan penderitaan dapat mengubah “orang biasa ” menjadi “orang yang luar biasa “

Mungkin saat ini kita sedang mengalami, kecewaan atau terluka karena orang sekitar kita. Tapi tetap semangat untuk maju dan berusaha tersenyum dan berjalan. Sambil berkata didalam hatimu. :”Airmataku dan kesedihan ku serta kecewakanku akan diperhitungkan oleh Allah Swt. Dan penderitaanku saatnya kan mengubah diriku menjadi mutiara yang paling berharga.

Tentang rositaindrasari

Ibu 2 orang anak : Orchidita Lystia dan Pradita Rhagastra. Lulusan Sarjana Hukum Universitas Krisnadwipayana.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s