Mata Anakku

Setelah lebaran , kuberikan tugas kepada anakku untuk kebengkel motor. Motor sudah dua bulan belum diservice dan ganti oli serta harus ganti kanpas rem. Anakku mandi dan berangkat kebengkel.
Berhubung aku dan anakku telah menempati rumah baru dan banyak saudara yang belum sempat menenggok rumahku.

Setelah anakku pulang bengkel. Aku dan anakku beli air Aqua galon. Kebetulan persediaan sdh tidak ada.
Sore hari akan datang tamu untuk berkunjung kerumah baruku. Sebagai seorang ibu ada penyesalan. Harusnya anakku istirahat dulu, abis dari bengkel. Dia kebengkel dari pagi sampai siang. Kebetulan dapat nomor antrian motor urutan ke 25.

Kusuruh buka tutup aqua galon dengan mengunakan pisau. Anakku berteriak, mama mataku kena pisau.
Kupikir, dia bercanda dan berguling di lantai. “kamu serius, rhaga ?. Kucoba tenang dan tidak panik.
Anakku, berbaring dilantai dan matanya berair. Kucoba tenang, setelah kutenang kuajak keteras melihat matanya. Matanya berdarah. Kupanik dan kusuruh tiduran di tempat tidur dan kuteteskan dengan obat mata herba.

Kucoba telepon papanya tidak diangkat dan kucoba telepon anakku yang perempuan, kebetulan lagi menginap dirumah papanya tidak diangkat. Pasti mereka tidur siang. Aku panik, kutelepon adikku yang lagi tidur siang untuk kerumahku. Rhaga matanya ketusuk pisau. Iparku, kerumah naik motor, kebetulan rumahnya beda kelurahan.

Cemas dan banyak Istighar di dalam hatiku. Mata adalah organ penting bagi manusia. Kalau mata, anakku membahayakan. Aku, ibunya akan menyesal seumur hidup. Ya, Allah jangan beri ujian yang tidak sesuai kemampuanku.

Adik iparku, bilang tenang mbak jangan panik. Dia taruh motor dan cari taxi. Sepanjang taxi, aku beristighar dan berusaha tenang. Kami pergi kerumah sakit pasar rebo, ke UGD tapi dari UGD rumah sakit pasar rebo tidak ada dokter mata. Disarankan pindah ke rumah sakit bunda harapan. Kecewa juga sama UGD pasar rebo. Kami menunggu lama.

Pergi keluar rumah sakit pasar rebo menuju rumah sakit bunda harapan baru. Langsung ke IGD, alhamdulillah ditangani cepat. Dan dokter IGD mengatakan, tidak mengenai retina matanya. Alhamdulillaah, aku tenang. Dan dari IGD, kedokter mata rumah sakit harapan baru. Sekarang, untuk pemeriksaan mata, banyak alat-alat yang cangkih. Dan mata anakku, robek 3 mm. Rasanya, hati ini pilu dan jadi menyesal menyuruh anak untuk membuka tutup aqua galon.

Mata, anakku diberikan obat tetes dan diperban. Hari minggu, perban baru dibuka. Malam harinya, anakku membuatku kurang tidur. Dia membangunkan aku tidur dan mengatakan matanya sakit. Aduh, betapa sedih dan cemas hatiku. Ya Allah, sembuh mata anakku. Hari minggu, ku telepon anak perempuanku, agar papanya membawa anaknya kerumah sakit untuk buka perban, jam 16.00. Di rumah sakit harapan bunda.

Alhamdulillah, perban dibuka tapi mata, anakku masih merah. Setiap hari, pakai waktu alarm hp, harus meneteskan obat mata tetap waktu selama 4 kali sehari. Setiap hari, aku berdoa untuk kesembuhan matanya. Setelah 1 minggu, alhamdulillah mata anakku yang robek sudah menutup kembali. Dan harus menjaga dengan minum vitamin dan meneteskan pelembab.

Alhamdulillah, terima kasih. Ya Allah. Mata, anakku telah sembuh.

Tentang rositaindrasari

Ibu 2 orang anak : Orchidita Lystia dan Pradita Rhagastra. Lulusan Sarjana Hukum Universitas Krisnadwipayana.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s