Tetap Huznudzon Kepada Allah Swt

Segala Sesuatu kembali kepada Allah SWT.

Manusia tidak ada yang mengetahui akan terjadi apa perjalanan hidup. 

Mengingat para nabipun sama.

Contohnya :

1. Nabi Nuh As

    Karena tidak taatnya para kaum Nabi Nuh As.

Allah Swt, memerintahkan Nabi Nuh untuk membuat kapal yang sangat besar sekali.

Belum tahu banjir akan datang ketika ia membuat kapal dan ditertawai oleh kaumnya.

2. Nabi Ibrahim As

    Belum tahu akan tersedua domba ketika pisau nyaris memenggal buah hatinya.

    Ketika Nabi Ibrahim As diperintahkan oleh Allah Swt, untuk memenggal anaknya.

Peran batin di hati beliau ada. Dan setan juga membisikian ditelinganya.

Masa Allah Swt menyuruh memenggal anakmu.  

Nabi Ibrahim berbicara kepada anaknya, dan anak beliau yang bernama Ismail.

Silahkan ayah, kalau memang perintah Allah Swt. Tapi tolong bajuku yang dikotori darah,jangan diberitahukan kepada ibuku.

3. Nabi Musa As

     Nabi Musa belum tahu laut terbelah saat dia diperintah memukul tongkatnya

4. Nabi Muhammad Saw

Nabi Muhammad Saw belum tahu kalau Madinah adalah kota tersebarnya ajaran yang dibawanya saat beliau diperintahkan berhijrah oleh Allah Swt.

Yang mereka tahu adalah bahwa mereka harus patuh pada perintah Allah Swt

dan tanpa berhenti,berharap yang  Terbaik ……………….

Ternyata dibalik ke tidak tahuan kita , Allah Swt telah menyiapkan suprise.

Saat kita menunaikan perintahNYA.

Biasanya tangan-tangan Allah Swt. Bekerja didetik-detik terakhir dalam usaha Hamba-NYA.

Kalaupun Hasil yang kita usahkan jauh dari Harapan bahkan Menyakitkan,Usaha kita berkecil hati ………………

Karena sering Allah mencintai kita dengan cara-cara yang kita benci …………….

Tetap Huznudzon kepada Allah Swt, apapun yang terjadi.

Alllah Swt Berfirman :

SURAT AL-BAQARAH AYAT : 216

كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَّكُمْ وَعَسَى أَن تَكْرَهُواْ شَيْئاً وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ وَعَسَى أَن تُحِبُّواْ شَيْئاً وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ وَاللّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لاَ تَعْلَمُونَ (البقرة: 216)

“Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu

yang kamu benci.

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh

jadi (pula) kamu me-nyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah

mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqarah: 216)

Tentang rositaindrasari

Ibu 2 orang anak : Orchidita Lystia dan Pradita Rhagastra. Lulusan Sarjana Hukum Universitas Krisnadwipayana.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s